Literasi

by - 10.10



Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah upaya menumbuhkan budi pekerti siswa, pemerintah melalui kemdikbud meluncurkan sebuah gerakan yang disebut Gerakan Literasi Sekolah. Gerakan ini bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembalajaran sepanjang hayat.

GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik.

Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Tujuan Umum
Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Tujuan Khusus
1.   Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah
2.   Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat
3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan
4.  Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi

Dan literasi disekolah saya yakni di SMAN 2 Sampit saya rasa masih kurang berjalan kurang baik karena kami biasanya membaca apabila disuruh dan juga ada sebagian murid yang tidak literasi karena dengan berbagai macam alasan seperti tidak membawa rapot literasi, tidak ada buku literasi dan sebagainya. Juga, ada sebagian guru yang tidak mewajibkan literasi.



Saya literasi sehari-hari literasi membaca buku di atas yang berjudul Membongkar Sindikat Penjahat Negara  yang ditulis oleh DR. M. Mufti Mubarok, M.Si Saya sudah membaca sebagian buku ini yakni sampai halaman 63. Menurut saya isi buku ini cukup menarik karena banyak memuat data-data dan modus-modus pemimpin korupsi pada waktu beberapa tahun kebelakang dan masa-masa lampau seperti modus korupsi bapak presiden soeharto yang membuat yayasan untuk menghindari pajak dan mengumpulkan kekayaan pribadi, modus korupsi anggota DPR yang disebut beliau dengan sebutan "Dewan Perampok Rakyat" yang melakukan kejahatan selalu berjamaah, dan banyak lagi modus-modus korupsi para pemimpin di Indonesia.




You May Also Like

0 Comments